Fenomena Kaos Batik dan Tips Merawat Kaos Batik

Setelah PBB melalui UNESCO menyetujui batik sebagai warisan budaya yang dihasilkan oleh Indonesia pada tahun 2009, maka tak pelak lagi fenomena batik begitu marak di Indonesia khususnya di bidang fashion. Bisnis fashion dengan desain batik begitu menggeliat dan menjadi trend yang luar biasa di industri kreatif ini.

Bila sebelumnya batik identik dengan pakaian tradisional seperti selendang, kebaya dan baju safari atau pakaian resmi lainnya. Kini batik pun berevolusi ke arah fashion kontemporer yang ditujukan pada kaum muda yang cenderung bergaya kasual. Diantaranya adalah kaos batik.

Kini kaos batik menjadi pilihan fashion yang banyak digandrungi anak muda termasuk remaja. Dengan kaos batik para pengrajin batik ingin menembus pangsa pasar anak muda yang lebih dinamis dan kasual. Kolaborasi batik ke dalam fashion anak muda membuat batik semakin diterima di segala lapisan masyarakat, tidak terkungkung dalam patron bahwa batik adalah sebuah style tradisional yang jadi bagian generasi tua dan lingkungan yang resmi saja. Pola batiknya pun beralih dari batik tradisional, sampai ke kontemporer, bahkan memadukan batik dengan logo klub bola internasional. Hasilnya adalah kaos batik yang sangat modern.

Untuk membuat sebuah kaos batik, tidak perlu menggunakan bahan kain batik (woven). Cukup dengan menggunakan kaos polos, dan bisa dibatik.

Agar kaos batik ini tetap awet dan selalu terjaga motif batiknya, ada beberapa tips yang bisa anda lakukan  untuk merawat kaos batik kesayanganmu agar tetap tahan lama dan tidak cepat usang:

  1. Supaya motif batik pada kaos kesayanganmu tetap terawat maka pada saat mencuci jangan merendam terlalu lama. Merendam kaos batik jangan lebih dari 30 menit, disarankan waktu yang terbaik untuk merendam adalah selama 10 – 15 menit.
  2. Tinta yang digunakan untuk membatik biasanya mudah luntur untuk kaos batik yang masih baru, oleh karena itu sebaiknya pisahkan kaos batik dengan baju yang lain saat mencuci. Sebaiknya pisahkan tempat merendam dan mencuci kaos batik dengan baju-baju lainnya, agar lunturan kain batik tidak mengenai pakaian yang lain.
  3. Pastikan jangan menyikat motif batik saat mencucinya karena sikat bisa merusak motif batik. Bila kotoran pada kaos batik sangat sulit dibersihkan sebaiknya rendam kaos batik selama 15 menit kemudian kucek kaos batik agar motif batik tidak pudar dan serat kain kaos pun tidak rusak.
  4. Sinar matahari yang mengenai secara langsung terhadap kaos batik juga bisa menyebabkan motif batik lama-kelamaan menjadi rusak atau pudar. Pada saat menjemur kaos batik disarankan untuk menjemurnya dalam posisi terbalik, bagian dalam kaos letakkan di luar untuk mencegah motif batik tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  5. Jangan menjemur kaos batik dengan menggantungya menggunakan hanger, karena dalam waktu lama akan mengakibatkan leher kaos menjadi melar. Sebab saat masih basah kaos cenderung berat dan air akan mengalir ke bagian bawah kaos sehingga bisa merusak keelastisan serat kaos.

Sumber: http://grosirkaospolos.com

This entry was posted in Artikel Kaos and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.