KISAH SUKSES BISNIS KAOS LIFE IS GOOD

LIFE IS GOOD adalah sebuah merek kaos yang berada dibawah naungan perusahaan LIFE IS GOOD COMPANY yang bermarkas di BOSTON Amerika Serikat. Perusahaan ini memproduksi dan menjual kaos dengan tema-tema optimis yang menyatakan bahwa “Hidup Itu Indah”. Design-designnya menampilkan sebuah karakter bernama JAKE yang selalu nampak cerah ceria. Kaos LIFE IS GOOD saat ini sudah dijual di seluruh Amerika Serikat dan di 30 negara lainnya di dunia.

Bisnis kaos LIFE IS GOOD dimulai oleh dua orang bersaudara yaitu Bert dan John Jacobs. Setelah berulang kali gagal selama 5 tahun  dalam menjual kaos di beberapa tempat di Amerika, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kota asal mereka di BOSTON.  Selama proses 5 tahun berbisnis kaos dan gagal, mereka melihat bahwa dunia saat ini penuh dengan pesimisme. Banyak orang yang berpikiran negative dan tidak bisa menikmati hidup. Oleh karena itu, mereka terinspirasi untuk membuat kaos yang bertema positif. Mereka memulainya dengan mengambar karakter seseorang yang ceria, karakter inilah yang diberi nama JAKE.

Gambar karakter JAKE yang sederhana ditambah dengan tiga kata: LIFE + IS + GOOD dicetak pada kaos polos biasa. Mereka pun mulai menjualnya di jalan-jalan di boston dan kepada kenalan mereka. Tak disangka, pasar ternyata sangat tertarik pada design dan konsep mereka ini. Sejak saat itu jadilah LIFE IS GOOD sebuah merek apparel yang besar. Toko-toko mereka tersebar di seluruh dunia sampai saat ini.

Keunikan kaos ini terletak pada misinya yang sederhana tapi kuat. Meyakinkan semua orang bahwa dunia tidaklah suram. Designnya sendiri dibuat dengan minimalis. Sebagai wujud nyata dari kepeduliannya terhadap dunia, LIFE IS GOOD COMPANY mendonasikan sebagian keuntungan bisnis kaosnya untuk kegiatan amal.

Kaos LIFE IS GOOD adalah bukti bahwa kunci dari bisnis kaos yang sukses adalah konsep yang kuat, dan design yang menarik, serta semangat dan kepercayaan bahwa hidup itu indah.

Posted in Artikel Kaos, Design Kaos Kreatif | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

FENOMENA KAOS JOHNNY CUPCAKES. Bukti bahwa kaos polos dan design unik bisa jadi bisnis menarik.

Sadar atau tidak mungkin Anda sering melihat kaos dengan gambar dibawah ini. Gambar sebuah kue (Cupcake) dengan tulang bersilang dibawahnya tersebut adalah logo dari merek kaos bernama JOHNNY CUPCAKES. Kaos ini mulai terkenal di Negara asalnya di Amerika Serikat, sampai sekarang menjadi sebuah merek besar yang mendunia. Bisnis kaos yang melejit ini dimiliki oleh seorang pemuda bernama Johnny Earle.

Nama Johnny Earle benar-benar membawa berkah bagi pemiliknya. Nama tersebut menjadi inspirasi lahirnya industri kaos oblong yang berhasil meraup sukses di Amerika Serikat (AS).

Bermula dari sebuah sapaan. Johnny Earle, yang bekerja di emporium musik Newbury Cosmic, Braintree, Massachussets, mendapati dirinya kerap dipanggil dengan sapaan berbeda oleh teman-temannya. Ada yang memanggil, “Hei, Johnny Appleseed; Johnny Pancakes hingga Johnny Cupcakes!”.

Dari sapaan tersebut, Earle kemudian terpikir mengabadikan namanya dalam sebuah kaos. Kesempatan tiba, pada tahun 2000, Earle diminta untuk membuat kaos untuk band metalnya, On Broken Wings. Selain membuat kaos buat bandnya, Earle juga membuat kaos dengan gambar cupcake, dipadukan dengan tulang bersilang dibawahnya. Inspirasinya berasal dari gambar tengkorak yang biasa terdapat pada bendera bajak laut, hanya saja dia mengganti gambar tengkorak itu dengan cupcake.

Apa yang dilakukan Earle ternyata mendapat respon. teman-temannya mengetahui Earle membuat kaos dengan design unik tersebut, lantas bertanya-tanya. “Dimana kamu mendapatkannya? Rotikah itu? Atau toko film dewasa?”. Pertanyaan sama juga datang dari orang-orang saat melihat kaosnya.

Merasa kaosnya memiliki daya tarik, Earle kemudian memproduksi kaos buatannya dan berhasil menjual setengah lusin per hari. Earle memanfaatkan tempat barang di mobil Toyota Camry tahun 1989 miliknya saat pertama kali menjualnya.

Earle membeli kaos-kaos polos dengan harga murah dari sebuah toko sablon kaos yang dikenalnya. Satu kaos polos ditambah sablon dihargai antara Rp 40.000 – Rp 50.000. Earle kemudian menjual dengan  harga antara Rp 80.000 – Rp 100.000.

Selain desain Johnny Cupcakes, Earle juga menciptakan desain-desain baru yang bernuansakan budaya pop. Dia lalu memasarkannya secara langsung kepada konsumen dengan menggunakan alamat email yang dikenalnya.

Usaha kaos Earle terus berkembang seiring perjalanan bandnya, On Broken Wings, yang berhasil mendapatkan kontrak dari label rekaman. Pada saat konser musik keliling AS, Earle juga memanfaatkan waktu untuk berjualan kaos.

Sambutan konsumen terhadap kaosnya terbukti luar biasa. Di setiap kota yang dia kunjungi, banyak orang yang tertarik dengan kaosnya. Di samping itu, bertambahnya para penggemar bandnya menggunakan kaos ala Cupcakes turut meningkatkan penjualannya.

Merasa karyanya semakin mendapat apresiasi, Earle kemudian mendaftarkan usahanya ke web penjualan. Selain itu, dia juga memajang kaosnya di rumah orang tuanya. Dia juga mematenkan logo dan nama Johnny Cupcakes.

Untuk meningkatkan kualitas kaosnya, Earle memulai kerja sama dengan pembuat kaos Apparel Amerika pada 2003. Dia juga mengikuti ajang pameran yang diadakan di Las Vegas. Salah satu kelebihan yang ditonjolkan Earle, adalah kaos buatannya diproduksi secara terbatas.

Terobosan usaha yang dilakukan Earle mencapai puncaknya pada 2005, Earle menyewa sebuah garasi dengan sewa USD 700 per bulan dari rumah orang tuanya. Di sanalah outlet pertama Johnny Cupcakes berdiri.

Salah satu yang istimewa dari outlet johnny Cupcakes adalah desainnya yang menyerupai toko roti, di sana terdapat tempat pembuatan roti, loyang-loyang wadah roti, termasuk etalase yang biasa digunakan untuk menjual aneka roti. Usaha kaos JOHNNY CUPCAKES ini terus berkembang dan menjadi global. Johnny sendiri saat ini diakui sebagai the best young entrepreneur di Amerika.

Di-edit dari: Seputar Indonesia

Posted in Artikel Kaos, Design Kaos Kreatif | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kaos Terbesar Di Dunia

Ini adalah kaos yang terbesar di dunia. Kaos ini dibuat oleh Negara Qatar dalam rangka seleksi negara penyelenggara piala dunia 2022. Hasil kerja kesar mereka tidak sia-sia. Berkat kaos ini, mereka tercatat sebagai pemegang rekor kaos terbesar didunia menurut Guiness Book Of Record. Dan… mereka terpilih menjadi tuan rumah piala dunia 2022.

Rekor kaos terbesar sebelumnya adalah 2782 meter persegi  atau sebesar 10x lapangan tenis. Cukup untuk memuat 16692 orang.

Kaos raksasa buatan Qatar ini di-sponsori oleh Qatar Petrolium Company (Qapco).  Tidak tanggung-tanggung, ukurannya totalnya adalah 3516 meter persegi dengan panjang 72,2 meter dan lebar 48,7 meter. Berat kaos ini sekitar 6 ton, terbuat dari bahan katun dan di produksi di China sebelum dikirimkan ke Doha (Qatar). Saking besarnya, mungkin kaos ini bisa memuat seluruh penduduk Qatar di dalamnya.

Nah kalau Indonesia mau jadi tuan rumah piala dunia, mungkin bisa dipertimbangkan untuk membuat Kaos Timnas Indonesia dengan ukuran yang lebih besar lagi…

Posted in Design Kaos Kreatif | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Fenomena Trend Kaos Bertema Indonesia

Baru saja gegap gempita event Piala AFF 2010 berlalu, meskipun Tim Nasional Indonesia gagal mempersembahkan juara namun penampilan cemerlang mereka tetap memberikan kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Gemuruh dan sorak sorai penonton ber-kaos merah putih, berlambangkan burung garuda didada dipadu dengan syal warna merah bertuliskan Indonesia begitu mendominasi tayangan televisi Indonesia.

Euphoria nasionalisme itu ternyata juga membuahkan peluang bisnis yang luar biasa, khususnya bisnis jahit kaos dan sablon kaos tim nasional. Para pengusaha konveksi, sablon kaos, grosir hingga pedagang eceran kaos Tim Nasional Indonesia mendapatkan permintaan yang sangat tinggi dari para supporter tim Indonesia. Berapapun jumlah produksi yang dihasilkan selalu habis terserap pasar. Hingga produsen kaos bertemakan tim nasional, atau garuda didadaku berjibaku untuk memenuhi permintaan pasar.

Dari fenomena ini sebenarnya para pengusaha khususnya fashion dan garmen bisa memanfaatkan peluang-peluang seperti ini. Karena dengan memanfaatkan event, trend dan peristiwa yang sedang populer di masyarakat khususnya melalui media televisi, ternyata bisa menghasilkan omzet yang luar biasa. Dengan memanfaatkan eforia seperti ini pengusaha tidak perlu melakukan marketing dan promosi, kepopuleran suatu peristiwa atau kejadian yang sedang populer itu secara otomatis mempromosikan produk yang dihasilkan.

Bagi pengusaha yang baru memulai bisnis kaos, tidak perlu khawatir dengan rumitnya proses produksi kaos. Cukup dengan mempersiapkan design dan membeli kaos polos yang ready stock. Salah satunya di http://grosirkaospolos.com. Dengan membeli kaos polos atau sweater polos yang ready stock, dalam satu hari design anda bisa terwujud dan bisa langsung menjual kaos.

Pada tahun 2011 ini banyak event yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan kaos, diantaranya adalah pertandingan sepakbola Pra-Olimpiade, Sea Games di Palembang, dan masih banyak lagi. Dengan mempersiapkan design kaos kreatif jauh-jauh hari akan memberikan peluang untuk meraih kesuksesan saat event tersebut tiba.

Masih banyak hal yang bisa digali dan dieksplorasi oleh para pengusaha fashion dan garmen, khususnya kaos untuk meningkatkan daya tarik dan penjualan yang tinggi. Selama pengusaha kreatif untuk membuat design kaos yang unik dan menarik ditunjang dengan memanfaatkan peristiwa atau kejadian yang sedang trend di masyarakat maka kesuksesan akan lebih mudah diraih, dan keuntungan yang didapat semakin tinggi.

Posted in Artikel Kaos | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

SEJARAH KAOS OBLONG (dan statusnya kini)

Dibanding jenis pakaian lainnya, sejarah kaos oblong sebenarnya belumlah terlalu panjang. Kemungkinan besar kaos baru muncul antara akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Kaos berbahan katun biasanya dipakai oleh tentara Eropa sebagai pakaian dalam (di balik seragam), yang fleksibel dan bisa dipakai sebagai pakaian luar jika mereka beristirahat di udara siang yang panas. Istilah “T-Shirt” (metafor yang mungkin diambil berdasar bentuknya) baru muncul di Merriam-Webster’s Dictionary pada 1920, dan baru pada Perang Dunia II ia menjadi perlengkapan standar dalam pakaian militer di Eropa dan Amerika Serikat.

Kaos oblong mulai dikenal di seluruh dunia lewat John Wayne, Marlon Brando dan James Dean yang memakai pakaian dalam tersebut untuk pakaian luar dalam film-film mereka. Dalam A Streetcar Named Desire (1951) Marlon Brando membuat gadis-gadis histeris dengan kaos oblongnya yang sobek dan membiarkan bahunya terbuka. Dan puncaknya adalah ketika James Dean mengenakan kaos oblong sebagai simbol pemberontakan kaum muda dalam Rebel Without A Cause (1955).

Teknologi screenprint di atas kaos katun baru dimulai awal “60-an dan setelah itu barulah bermunculan berbagai bentuk kaos baru, seperti tank top , muscle shirt , scoop neck , v-neck dsb. Berbagai bentuk, gambar, atau kata-kata dalam kaos merupakan pesan akan pengalaman, perilaku dan status sosial. Kaos oblong mengkomunikasikan berbagai lokasi atau identitas sosial: tempat (HRC, Borobudur, Bali, Yogyakarta), bisnis (Coca Cola, Yamaha, Suzuki), tim (MU, Inter Milan), konser atau acara kesenian (Jakjazz), komoditas yang dianggap bernilai (VW, Harley Davidson), sementara banyak juga yang mengkomunikasikan slogan (kaos-kaos Dagadu, Joger).

Fashion, Kaos, dan Komunikasi

Meski sudah mulai mendunia sejak “50-an, konvensi mode dunia tetap saja belum memasukkan kaos ke dalam kategori fashion . Kaos tetap saja dianggap sebagai pakaian dalam yang tidak pantas dikenakan sebagai pakaian luar. Memakai kaos masih juga dianggap sebagai tindakan yang unfashion. Karena itu pada masa musik heavy metal mulai digemari kalangan muda, mereka ini sengaja memilih seragam kaos oblong sebagai bentuk penolakan terhadap konvensi arus utama mode dunia (high fashion). Menyobek beberapa bagian dari kaos oblong bahkan merupakan bagian dari gaya subkultur punk. Bagi mereka ini bentuk fashion adalah unfashion.

Perubahan dalam bahan dan teknologi produksi kaos turut berperan dalam perubahan makna kaos dalam kehidupan sosial. Ditemukannya polyester dan bahan-bahan fiber artifisial, bersamaan dengan diperkenalkannya bahan drip-dry untuk pembuatan pakaian, penambahan variasi warna, gaya dan tekstur, membuat kaos semakin diterima sebagai pakaian luar. Meski begitu, dalam diferensiasi sistem fashion, hingga sekarang kaos masih digolongkan dalam kategori low fashion (=unfashion?).  Berbeda dengan produk high fashion yang didesain dan dibuat secara khusus untuk orang-orang khusus, hampir semua kaos merupakan low fashion yang didesain untuk tujuan diproduksi secara massal.

Variasi kaos sebagai pakaian luar sekarang ini sangat beragam. Kaos diproduksi baik dalam warna-warna primer maupun dalam kombinasi yang lebih kompleks, beberapa di antaranya dilengkapi dengan saku untuk menyimpan alat tulis, rokok, atau benda kecil lainnya. Dengan begitu kaos tidak hanya dipakai oleh kalangan muda, laki-laki, atau mereka yang berasal dari golongan bawah saja, tetapi juga dipakai oleh siapa saja. Kita juga melihat kaos dipakai dalam berbagai aktivitas, dari bekerja hingga mengisi waktu senggang, seperti jalan-jalan di pusat pertokoan atau bermain golf.

Kaos oblong sekarang ini juga telah menjadi wahana tanda. Kaos, sebagaimana pakaian lainnya, membawa pesan dalam sebuah “teks terbuka” di mana pembaca atau penonton bisa menginterpretasikannya.

Betapapun klaim atas identitas atau status dalam kaos oblong ini bersifat ambigu, dalam terminologi Umberto Eco (1979), representasinya selalu bersifat undercoded , ia berhubungan secara synecdochical (satu bagian dari kaos mewakili keseluruhan pribadi seseorang) dengan pengalaman, relasi sosial, nilai, atau status yang diklaim secara eksplisit atau implisit oleh pemakainya. Pesan yang disampaikan dalam kaos bukanlah sekedar tentang tempat, kelompok, atau bisnis, tetapi klaim atas status pemakainya. Seorang pemakai kaos oblong Dagadu misalnya, bukan sekedar menyampaikan pesan bahwa kaos oblong yang dipakainya adalah buatan Yogyakarta, melainkan juga mau mengumumkan sebuah pengalaman yang menurut pemakainya cukup penting (ia seperti mau mengatakan,”Mari saya beritahu pengalaman saya jalan-jalan di Yogya”).

Tetapi sekarang ini kaos oblong juga dipakai untuk mengkomunikasikan apa yang bukan bagian dari identitas seseorang. Misalnya, penulis pernah melihat seorang ibu muda yang sedang berjalan mengandeng anaknya. Si ibu ini memakai kaos dengan tulisan “BITCH” di bagian depannya.

Apakah si ibu ini tidak mengerti bahasa Inggris atau penguasaan bahasa Inggrisnya pas-pasan, sampai ia tidak mengerti bahwa bitch (anjing betina) adalah umpatan yang sangat kasar yang biasa dipakai untuk menyebut wanita jalang? Apalagi waktu itu ia sedang menggandeng anaknya. Bukankah si anak ini menjadi cocok dengan umpatan lainnya, son of a bitch ? Seandainya si ibu ini cukup mengerti bahasa Inggris, tentu yang mau dikomunikasikannya adalah “saya bukan bitch “. Ini semacam pendifinisian double negative, di mana seseorang mengklaim (secara ragu-ragu) keanggotaan pada kelompok tertentu yang tidak eksis. Si ibu tadi mengklaim keanggotannya pada kelompok “perempuan/ibu yang baik” tanpa menghadirkan kelompok yang diklaimnya ini. Hal yang sama juga terjadi pada kasus salah satu teman yang memakai kaos bergambar logo Golkar untuk menunjukkan pengejekannya pada Golkar atau untuk mengatakan bahwa ia bukan simpatisan Golkar.

Dengan semakin tumbuhnya industri periklanan, kaos merupakan bilboards mini yang cukup efektif untuk mengkomunikasikan sebuah produk, sebagaimana mengkomunikasikan diri atau identitas. Seringkali kaos dijadikan iklan berjalan yang oleh pengiklan kadang-kadang dibagikan secara gratis. Di Indonesia, adalah hal yang biasa banyak orang berebut mendapatkan pembagian kaos dari OPP pada saat Pemilu (tak jarang juga disertai pembagian “amplop”). Perusahaan-perusahaan sekarang ini juga membuat kaos dengan nama atau logo perusahaan yang tertera di atasnya (Coca Cola, Reebok, Nike, Wilson), dan menjualnya di toko-toko sebagai pakaian produksi massal yang siap pakai. Bagi sejumlah besar pemakainya, tentu memakai kaos oblong tidak dimaksudkan sebagai iklan, melainkan sebagai indikasi status dan pendapatan pemakainya, loyalitas atau kepercayaan pada satu produk. Ia juga merupakan suatu bagian dari identitas diri, “Saya adalah penggemar Coca Cola”, “Seperti Michael Jordan, saya memakai Nike (bagaimana dengan Anda?)”.

Kaos-kaos buatan perusahaan tertentu dianggap mewakili gaya hidup atau selera yang khas, selain sekaligus si pemakai mengiklankan perusahaan pembuatnya. Misalnya kaos bermerek Benetton, Ralph Lauren atau Calvin Klein. Simbol-simbol tertentu pada kaos, seperti buaya kecil atau kuda poni dan pemain polo kecil (dan berbagai variannya), juga sangat penting. Simbol-simbol ini bukan hanya menunjukkan status pemakainya yang mampu mengkonsumsi pakaian buatan desainer mahal, tetapi juga status dalam sistem fashion itu sendiri (ketika kelompok desainer Parisian juga memproduksi kaos, apakah kaos menjadi high fashion ?).

Kaos dan Kehidupan Modern

Lebih dari jenis pakaian yang lain, sejarah kaos bukan saja menunjukkan cepatnya perubahan teknologi dalam industri garmen, melainkan juga menunjukkan bagaimana fashion bernegosiasi dengan ruang dan waktu.

Kaos semula hanya diakui sebagai pakaian dalam. Dan dalam kaitannya dengan pola penempatan ruang, sebagai pakaian dalam kaos adalah pakaian privat . Tetapi kemudian dengan negosiasi lewat media massa dan penemuan bahan serta model-model baru, kaos perlahan mulai tampil sebagai pakaian publik. Karena itu, sejalan dengan kecenderungan kehidupan modern, perjalanan kaos dari ruang privat ke ruang publik ini merupakan ekspansi ruang privat atas ruang publik (privatisasi ruang publik). Sementara dalam kaitannya dengan pola pemanfaatan waktu, kaos menunjukkan bagaimana waktu senggang semakin berhasil mengekspansi waktu yang lain dalam kehidupan sehari-hari. Kaos bisa dilihat sebagai bagian dari leisure class , yang menunjukkan statusnya dengan pemanfaatan waktu senggang sebesar-besarnya.

Persis seperti semboyan kaos oblong Dagadu ” Smart and Smile “, kaos oblong mengajarkan bagaimana hidup modern harus dijalani: berpenampilan cerdas, ringkas, tangkas, sekaligus santai. Hidup dengan segala tetek-bengeknya yang rumit ternyata tidak harus dijalani dengan rumit pula, melainkan bisa dijalani dengan “seperlunya dan santai”. Dalam perspektif ini, papan pengumuman di kampus-kampus yang berbunyi “Dilarang memakai kaos dan sandal” adalah warisan dari kehidupan masa lalu yang “serius” dan sebentuk “pendisiplinan gaya”, yang tidak lagi cocok dengan semangat smart and smile . Karena itu mahasiswa tetap saja berkaos oblong di kampus, pertama-tama bukan untuk menunjukkan perlawanan langsung mereka kepada aturan hidup yang lama, melainkan untuk menunjukkan bahwa diri mereka sendirilah yang paling berhak atas penampilannya. Dan bagaimana mereka harus berpenampilan, salah satunya ditentukan oleh resepsi mereka terhadap media massa, yang juga mengajarkan smart and smile (misalnya semboyan iklan telepon genggam Nokia seri 3210, “Begitu kecil, begitu cerdas”). Jadi hidup modern dijalani dengan semangat mengisi waktu senggang. Inilah yang disebut estetikasi kehidupan sehari-hari yang mencirikan kehidupan modern (di mana “yang etis” bergeser menjadi “yang estetis”). Semangat kehidupan modern sebenarnya adalah semangat kaos oblong.

Referensi

  • Ajidarma, Seno Gumira, 2001, “Djokdja Tertawa, Disain Kaos Oblong DAGADU”, Bernas , 12 Januari 2001.
  • Cullum-Swan, Betsy dan P.K. Manning, 1990, “Codes, Chronotypes and Everyday Objects”, makalah disampaikan dalam konferensi The Socio-semiotics of objects: the role of artifacts in social symbolic process, 20-22 Juni 1990, University of Toronto. Tersedia di: http://sun.soci.niu.edu/~sssi/papers/
    pkm1.txt
  • Eco, Umberto, 1979, Theory of Semiotics , Indiana: University of Indiana Press.
  • Hebdige, Dick, 1999 (1979), Subculture, The Meaning of Style , London & New York: Routledge.
  • McRobbie, Angela, 1999, In the Culture Society, Art, Fashion and Popular Music , London & New York: Routledge.
  • Rojek, Chris, 2000, “Leisure and rich today: Veblen”s thesis after a century”, Leisure Studies 19 (2000), hal. 1-15.
  • T-Shirt King, “History of American T-Shirt”. Tersedia di: http://www.t-shirtking.net/history_of_t-shirts.html

Makalah ini disampaikan sebagai pengantar diskusi “Art on T-Shirt”, Bentara Budaya Yogyakarta, 13 Januari 2001. Versi pendek tulisan initermuat di KOMPAS, 28 Januari 2001.

Sumber: http://kunci.or.id/articles/menjadi-modern-dengan-kaos-oleh-antariksa/

Posted in Artikel Kaos | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

PROSES AFDRUK / PEMINDAHAN GAMBAR KE DALAM SCREEN PADA SABLON KAOS

PEDOMAN MENGAFDRUK  (Pemindahan gambar ke dalam screen sablon):

Pemindahan gambar pada permukaan screen adalah sama, meskipun sumber cahaya yang dipergunakan berbeda. Demikian pula penggunaan obat afdruk untuk berbagai macam kebutuhan adalah sama walaupun rumusan pembuatannya berbeda. Berikut adalah proses pengafdrukan di kamar gelap:

1. Pengolahan obat afdruk (kamar gelap)

Gelatine bichromat 1 sendok + air panas 4 sendok dilarutkan. Jika obat tersebut belum larut (masih terdapat butir–butir) maka sebaiknya dipanaskan hingga butir–butir hilang, yang disebut kamar gelap ialah ruangan yang tidak langsung mendapat sinar. Terangnya ruangan
karena sinar lampu tidak mempunyai pengaruh terhadap larutan chrom. Ruang gelap dalam proses tidak sama pekat dengan ruang gelap

2. Penyemiran/Pemolesan Obat Afdruk (dalam kamar gelap).

Pemolesan/penyemiran bahan peka cahaya (obat afdruk) pada permukaan screen dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:

a. Pemolesan dengan penggaris siku dapat menghasilkan lapisan chrom merata serta tebal lapisan cukup baik. Cara ini tidak menimbulkan busa pada lapisan chrom.
b. Pemolesan dengan menggunakan kwas menghasilkan lapisan yang tebal–tipis tidak merata dan tidak halus, serta agak berbusa karena diakibatkan oleh serabut kwas, tetapi cukup baik pada hasil pengafdrukan.
c. Pemolesan dengan menggunakan Rakel. Seperti halnya penggaris siku, rakel juga dapat berfungsi sebagai alat pemoles bahan peka cahaya (obat afdruk) dengan hasil yang cukup merata dan baik.
d. Pemolesan dengan menggunakan Central Coater. Alat ini memang dibuat khusus untuk dipergunakan sebagai alat pemoles bahan peka cahaya (obat afdruk) pada permukaan screen. Terbuat dari bahan stainless steel yang dilapisi bahan monyl sehingga tidak mudah berkarat dan tidak merusak anyaman kain screen. Berbentuk menyerupai tempat pensil yang salah sisi panjang dibuat agak miring, guna memudahkan proses pelapisan.

3. Pengeringan (dalam kamar gelap)

Pengeringan screen yang telah selesai dilapisi oleh bahan peka cahaya dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

a. Pengeringan dengan cara menggunakan kompor.
Pengeringan dengan cara ini, yaitu dengan jalan dipanaskan atau digarangkan di atas permukaan kompor yang terlebih dahulu ditutupi dengan selembar/sepotong seng sebagai pengaman agar api tidak mengenai langsung permukaan screen. Jarak antara kompor
dengan screen sekitar ± 50 cm, serta dilakukan gerakan secara teratur. Pengeringan dengan kompor sangat berbahaya.

b. Pengeringan dengan menggunakan Hair Dryer/Kipas angin
Pengeringan dengan cara ini pada prinsipnya sama dengan kompor, hanya saja pelaksanaannya lebih mudah.

c. Pengeringan dengan open
Pengeringan dengan cara ini hanya dapat dilakukan dengan menggunakan mesin kontak screen, yang dibuat khusus. Hasilnya lebih cepat dan hasil pengeringannya dapat merata luar dan dalam.

4. Penempatan Film/Model

Penempatan film atau model adalah menempatkan film di atas permukaan screen sesuai dengan posisi cetak yang diinginkan. Penempatan film pada screen sebaiknya direkatkan dengan isolatip bening pada sisi yang berlawanan untuk menghindari terjadinya pergeseran possisi film selama pengontakan. Pemasangan film pada permukaan screen disesuaikan dengan bagian mana bahan akan dicetak (bisa terbaca atau tidak terbaca) dari posisi kita. Di atas film ditempatkan kaca bening setebal lebih kurang 5 mm, dan di bawah screen ditempatkan pula bantalan pengalas.

5. Pengafdrukan (Penyinaran)

Proses pengafdrukan untuk menghasilkan acuan cetak sablon pada permukaan screen adalah sama meskipun bahan dan alat yangdipergunakan berbeda. Adapun proses pengafdrukan itu sendiri dapat dilakukan dalam cara, yaitu:

a. Penyinaran Dengan Sinar Matahari
Penyinaran dengan menggunakan sinar matahari adalah penyinaran yang paling ekonomis dan lebih cepat, karena sinar yang dibutuhkan yaitu, sinar ultra violet spenuhnya terdapat pada sinar matahari. Kelemahan dari penyinaran ini, apabila terjadi kelebihan sinar hasil afdrukan agak sulit dikembangkan (dibuka), sebaliknya apabila
kekurangan sinar mudah rontok.

b. Penyinaran Dengan Lampu Meja Kontak atau Mesin Kontak
Penyinaran dengan lampu memerlukan biaya tambahan atau kurang ekonomis. Kelebihan dari penyinaran sistem ini waktu lebih mudah diatur, sehingga terjadinya kelebihan sinar dapat dihindari dan tidak memerlukan perpindahan tempat yang jauh untuk melakukan pengontakan seperti halnya pengontakan dengan sinar matahari.

6. Mencuci (membangkitkan gambar)

Pelaksanaan mencuci untuk menimbulkan gambar dilakukan dalam kamar gelap (situasi tidak langsung menerima sinar). Gambar yang membekas dalam screen dicuci untuk ditimbulkan gambarnya (gunakan air dingin). Jika dibalik screen sudah tampak tanda–tanda menembus air melalui bagian bergambar, berartii hasil penyinaran (afdruk) baik.

Sampai pada tahap ini pengaruh kepekaan obat pembangkit sudah tidak berpengaruh lagi, screen dapat dicuci dengan bebas tanpa perlu membatasi sentuhan sinar. Lapisan chrom pada bagian bergambar yang telah bereaksi dengan air, tidak mempunyai pengaruh kepekaan terhadap sinar.

a Setelah penyinaran, screen dicuci dengan air dingin. Jika terdapat bagian gambar yang tidak tertembus air, maka perlu dengan air panas. Pemanfaatan air panas dalam hal ini ialah untuk melemahkan lapisan yang tidak larut oleh sentuhan air dingin.

b. Tabir screen dikeringkan dengan kain (kertas serap). Penyerapan tabir tidak boleh digerak–gerakkan. Cukup hanya ditekan–tekan sampai bekas–bekas air terserap seluruhnya. Gerakan–gerakan kain diatas tebir (screen) dapat merusak lapisan chrom. Screen dikeringkan (disinarkan pada matahari). Usahakan penyinaran tidak berlebihan.

7. Tursir (penyempurnaan)

Mentursir dilaksanakan dalam kamar gelap. Hasil pengolahan dalam langkah menimbulkan gambar mungkin saja dapat terjadi kerusakan-kerusakan kecil. Seperti terdapatnya lubang–lubang kecil sebagai akibat gesekan–gesekan pada tabir. Untuk mengatasi hal ini maka diadakan perbaikan–perbaikan seperlunya. Screen yang telah dikeringkan belum dapat langsung digunakan mencetak. Keadaan lapisan chrom masih harus diteliti untuk selanjutnya disempurnakan. Jika pada bagian gambar terdapat lubang–lubang maka pada bagian tersebut dilakukan perbaikan dengan membubuhi obat pembangkit. Kuwas kecil digunakan sebagai alat melapisi chrom pada daerah berlubang. Lakukan pemolesan pada daerah bergambar dengan hati–hati, jangan menyentuh bagian gambar. Selanjutnya pada bagian diluar gambar, dipoleskan keseluruhan dengan obat pembangkit (obat afdruk). Pada bagian tepi bingkai diberi lapisan kertas semen atau kertas minyak (masih menggunakan obat afdruk).

Posted in Artikel Sablon | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

MENGENAL BAHAN AFDRUK SABLON

BAHAN AFDRUK (PEKA CAHAYA)

1. ULANO

Bahan peka cahaya Ulano adalah obat afdruk dalam bentuk pasta yang siap pakai. Bahan peka cahaya Ulano dibuat khusus untuk melapisi screen dengan daya tahan tinggi terhadap pengaruh gesekan rakel, cuaca dan bahan pencampur tinta baik minyak maupun air.Berdasarkan penggunaannya, bahan peka cahaya Ulano dibagi menjadi dua bagian yaitu:

Ulano 133
Bahan ini merupakan obat afdruk berbasis minyak siap pakai dan berwarna kuning, memiliki daya tahan yang sangat kuat dan tidak mudah terkikis oleh bahan cat atau tinta yang campurannya mempergunakan bahan minyak seperti M3, M4 Terpin, Bensin maupun minyak tanah.

Ulano TZ – TZD
Seperti halnya ulano 133, ulano TZ juga merupakan bahan afdruk yang paling baik dibandingkan dengan bahan peka cahaya sejenis dan khusus dipergunakan untuk melapisi screen basis air memiliki daya tahan yang kuat serta tidak mudah terkikis oleh bahan cat/tinta berbasis air seperti
tekstil color, pigmen, printing paste dan semua bahan cetak yang mengandung air.

Ulano TZ dibuat khusus untuk screen dengan mencetak kaos sprei, spanduk, batik dan jenis bahan lainnya. Untuk menghasilkan gambar raster halus sampai kepadatan 80% dapat dihasilkan dengan baik tanpa bahan khusus.

2. BAHAN PEKA SUPERXOL

Bahan peka superxol juga adalah bahan yang siap pakai karena tidak memerlukan air panas lagi untuk mengencerkan tatapi cukup dicampur dengan bahan sensistizer (cairan yang membuat emulsi menjadi peka terhadap sinar utra violet). Dijual dalam botol ukuran ¼ kg dan terdiri dari dua bagian yaitu Emulsion dan sensitizer. Bahan ini dikeluarkan dalam dua fungsi yaitu:

A. Bahan Peka Cahaya SUPERXOL 188
Merupakan bahan peka cahaya yang sangat efisien berbentuk pasta dan siap pakai. Bahan ini sangat baik digunakan untuk mencetak dengan tinta basis minyak, dibuat khusus untuk melapisi screen nomer T 120 – T 200 / 200 S.

B. Superxol TX
Merupakan bahan peka cahaya khusus dibuat untuk melapisi screen untuk cetak TEXTILE SCREEN EMULSION dengan nomor screen T90 – T32.

3. DIEMA

Bahan peka cahaya diema dibuat khusus untuk melapisi permukaan screen basis minyak dan basis air dengan kualitas yang tidak berbeda jauh dari ulano atau superxol. Sebagaimana bahan peka cahaya bentuk pasta yang lainnya diema juga melengkapi dengan diema basis minyak dan diema tekstile yang keduanya mempunyai kemampuan cetak tinggi apabila digunakan pada alat screen yang sesuai fungsinya. Bahan ini terdiri dari 2 jenis, yaitu:
1. Diema basis minyak
2. Diema Textile

4. DIASOL
Bahan peka cahaya ini tidak berbeda jauh dengan bahan peka pasta lainnya terdiri dari 1 (satu) bagian campuran yaitu campuran antara:

1 Polyninge Alcohol (berbentuk bubuk putih halus) OZ, air 10 –11 OZ.
2 Potassin Bichromate atau Amninocan Bichromate ¼ OZ.

BAHAN PENGHAPUS OBAT AFDRUK ( PEKA CAHAYA)

Fungsi obat (bahan) penghapus ialah untuk menghilangkan gambar yang terdapat pada screen. Tujuannya ialah untuk menetralkan kembali tabir screen seperti keadaan semula.

Macam obat penghapus:
a) Soda Api
b) Pregant Paste
c) Sodium Hypocloride
d) Sodium Hypochloride.

a) SODA API

Bentuk soda api ada yang berbentuk buti – butir kristal keeping, ada pula yang berbentuk batu. Gunanya untuk membersihkan / menghapus bekas–bekas gambar pada screen (alat cetak) agar screen dapat digunakan kembali. Daya hapus sangat kuat, dapat menghilangkan bekas–bekas cat terutama cat–cat yang yang telah mengering di permukaan tabir screen. Bahan ini mudah bereaksi dengan logam atau sejenisnya.

Cara mengolah
1 10 gr soda api + 40 cc air.
2 Campuran tersebut diolah dalam mangkuk plastik.
3 Larutan benar–benar hingga keping–keping soda hilang.
4 Gunakan sendok plastik untuk mengolah.
5 Campuran (larutan) ini disimpan pada tempat yang aman

b) PREGANT PASTE

Bentuk bahan pasta berwarna kuning gading. Pregnant paste berfungsi sebagai larutan penghapus, berdaya hapus tinggi. Pregnant paste mampu menghilangkan bekas–bekas cat /noda yang ditinggalkan oleh lapisan dhromatine maupun chrom gelatine. Noda–noda atau bekas–bekas gambar yang tidak hilang oleh larutan soda api, dapat dihilangkan dengan menggunakan pregnant paste.

Cara menggunakan:
a. Tempatkan sebagian pregant paste dalam mangkuk plastik dengan ukuran: Pregant paste + air = 1 : 1 (sendok).
b. Gunakan batang kayu yang ujungnya dibalut kain (kapas). Dengan alat ini paste diolaskan pada pemukaan screen. Lakukan pemolesan dengan merata luar dan dalam.
c. Jika hanya terdapat beberapa bagian noda – noda pada screen, maka pada bagian tersebut saja yang dioleskan.
d. Screen didiamkan selama + 30 menit (lebih lama lebih baik). Tujuan agar larutan pregnant dapat meresap dengan baik.
e. Screen dibersihkan (dicuci) dengan air sampai bersih. Pencucian dapat dibantu dengan air panas.
f. Gunakan kertas untuk menggosok pada bagian luar dan dalam saling menekan. Cara ini sangat baik, dapat merontokkan bagian yang masih kotor.

c) REDUCER P.V.C.

Reducer PVC merupakan minyak penyampur tinta–tinta PVC yang memiliki ciri khusus cepat mengering dalam segala situasi. Dengan  adanya kenyataan ini, maka Reducer PVC hanya digunakan sebagai bahan pembantu menghapus. Sebagai contoh: Ketika membersihkan screen (bekas cetak PVC), terdapat bagian-bagian tertinggal oleh lapisan tinta PVC.

Cara menggunakan:
1. Gunakan kapas, celupkan pada larutan reducer.
2. Poleskan pada bagian luar dan dalam (daerah bergambar).
3. Diamkan 5 menit sampai minyak bereaksi
4. Ulangi langkah tersebut dari bagian luar dan dalam.

Selanjutnya bersihkan bekas–bekas larutan dengan kapas kering (kertas bekas) dari bagian luar dan dalam saling menekan. Lakukan berulang kali sampai bekas – bekas cat hilang.

d) SODIUM HYPOCHLORIDE

Merupakan cairan berwarna bening (bukan jenis minyak). Gunanya untuk menghapus bekas–bekas gambar yang ditinggalkan oleh pembangkit Super Emulsion \

Cara menggunakan:
1 Gunakan kayu yang ujungnya dibalut kain, selanjutnya poleskan larutan sodium pada permukaan screen luar dan dalam.
2 Diamkan selama 15 menit (lebih).
3 Gunakan kertas bekas, gosokan pada bagian bergambar luar dandalam.
4 Lakukan langkah ini berulang kali hingga bersih.

BAHAN PENGUAT (Pelindung lapisan screen)

Yang dimaksud dengan bahan penguat ialah cairan yang berfungsi sebagai pelindung lapisan obat afdruk pada screen (dalam hal ini screen sheet). Dengan dibubuhinya obat penguat maka lapisan chrom tidak mudah aus oleh gesekan rakel (tidak mudah terpengaruh oleh sentuhan cat kain). Misalnya, sebuah gambar yang telah dijadikan screen sheet berdasarkan pengafdrukan, menjadi lebih kuat setelah diberi lapisan oleh bahan penguat. Dengan demikian maka ketahanan screen sheet terjamin dan mampu mencetak dalam jumlah banyak.

Jenis bahan penguat ada beberapa macam, namun tidak seluruhnya sama kekuatannya. Penguat yang umum digunakan sehubungan dengan kebutuhan sablon ialah:

1. Vernis Sintetis
2. Screen Lack
3. Retusir Lack
4. Ulano 6 (Screen Filter)
5. Ulano 5/Catalist
6. Harte Mittel T.

BAHAN TERCETAK

Bahan – bahan tercetak yang dimaksud dalam hal ini adalah semua bahan atau benda yang dapat dicetak menggunakan teknik cetak sablon/Saring.

Bahan Cetak Basis Air

Yang dimaksud dengan bahan cetak basis air adalah segala bahan cetak yang memiliki daya serap tinggi dan biasanya pengencer tintanya menggunakan air. Adapun bahan-bahan tersebut adalah semua bahan tekstil, seperti kain tetoron dengan segala jenisnya, kain famatex, kain drill, dan lain-lain. Demikian pula termasuk segala jenis kaos, seperti kaos Hi–kid, Pe, Tc, Bz, Misty, Jeruk, Lakos, Cotton Cardet, Cotton Combet, Cotton ML, Deadora, spanduk, dan lain-lain.

Bahan tekstil dan kaos kebanyakan dicetak dengan teknik screen printing, baik secara gulungan dan maupun secara lembaran atau dengan mesin maupun dengan sistem manual. Dalam hal warna baik tekstil maupun kaos memiliki sifat tersendiri terhadap tinta cetak sablon, sehingga penggunaan bahan cetak harus memperhatikan warna dari bahan yang akan diproduksi.

SUMBER : MODUL RGA

Posted in Artikel Sablon | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

FENOMENA KAOS COUPLE

Apa itu kaos couple? Siapa yang pertama kali mencetuskan ide membuat kaos couple? Darimana ide itu berasal? Itulah beberapa pertanyaan yang menyelimuti asal usul kaos couple. Yang pasti, untuk saat ini kaos couple sedang menjadi trend dunia perkaosan di Indonesia. Kalau ingin tampil kompak dan trendi dgn pasangan, pakai Kaos Couple. Kaos berpasangan dgn gambar dan desain yg trendi dan keren. Dgn kaos couple Anda akan tampil kompak dan serasi dgn pasangan. Untuk desainnya, dapat disesuaikan dgn keinginan atau  kreativitas Anda.


Beberapa Tips memilih dan membuat kaos couple:

  • Tema-tema kaos couple yg keren dan inovatif menjadi kuncinya, karena masing-masing kaos couple sangat private maka pilihlah tema yg mampu menyambungkan emosi pasangan. Contohnya bertuliskan “Soul dan Mate”.
  • Coba lihat dari sisi pasangan, masing-masing pengguna harus merasa nyaman. Maka sebelum memutuskan untuk membeli atau memesan  kaos couple perhatikan apakah pasangan Anda merasa nyaman menggunakannya. Karena tema kaos couple sangat ekspresif jadi jangan sampai pasangan  Anda merasa malu menggunakannya di depan umum. Kalau memungkinkan berbelanjalah bersama-sama ketika akan membeli atau memesan kaos couple, jadi Anda dan pasangan makin PD ketika memakai kaos couple.

Berikut Cara Mudah memilih kaos couple :

Kadang dgn kondisi kantong yg kurang memadai kita memilih kaos couple dgn harga murah. Tapi sayangnya biasanya kaos couple murah berarti kualitas kaos couple murah itu juga murahan..! nah bagaimana mengatasinya?

  • Carilah supplier kaos couple yg terbuka artinya akses komunikasi ke supplier atau penjual kaos couple sangat mudah, mereka mencantumkan alamat email, YM atau bahkan No HPnya
  • Cari harga kaos couple tidak terlalu mahal tapi tidak terlalu murah , kamu bisa membandingkannya sendiri di internet,
  • Cobalah menegosiasikan harganya ke penjual biasanya dgn negosiasi yg baik Anda bisa mendapatkan harga yg murah, misal kamu mengajak teman2 Anda untuk juga membeli kaos couple murah nah negosiasikan ke penjual bahwa anda membeli seklaigus 3 pasang, nah harga boleh turun dong..
  • Pastikan jenis bahannya, biasanya bahan combat sudah cukup bagus untuk kaos couple.

sumber: bisnisukm.com

Posted in Artikel Kaos, Design Kaos Kreatif | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment